Tampilkan postingan dengan label CATATAN HARIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN HARIAN. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Mei 2016
Farel si Penjual Koran
Farel si Penjual Koran
Dengan mengenakan topi, membawa koran "Tribun News" dan juga memperlihatkan mobil_mobilan tamianya, yang katanya juarasatu di SD nya, Farel menemui saya Tugu Muda.
Pada Waktu itu menunjukan jam 11.40 WIB, seorang anak kecil yang bernama Farel (kiri) memangil-manggil kepada saya (kanan) dengan membawa beberapa koran yang dijualnya.
Farel: Mas korannya mas?
Saya: Enggak de, tadikan sudah beli pas dijalan sama kamu (dengan wajah sedikit guyon)
Farel: Masa mas, tadi mungkin bukan aku mas.
Saya: Engga ko, tadi kamu bener. yaudah sini duduk dulu ngobrol.
Kebetulan waktu itu saya mau merayakan ultah seseorang yang sangat dekat dengan saya (Uplek "calooon .... hehehe" ) di Tugu Muda Semarang.
selang beberapa menit kami sempet ngobrol-ngobrol dan becanda bareng, selain itu kami juga sempat meluangkan waktu untuk foto-foto.
Ini salah satu jepretan Farel
Farel yang menduduki kelas 6 SD di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Semarang, berjualan koran atas perintah ibunya, ia berjualan mulai dari jam 16.00 WIB sampai dengan 23.00 kadang-kadang sampai jam 24.00 WIB juga
"aku jualan disuruh ibu mas, mulai dari jam 4 (empat) sore sampai jam 11 (sebelas) malem, kadang-kadang suka lebih dari jam 11," Ujarnya.
Akhhirnya pada waktu itu, ia memutuskan untuk pulang, karena waktu sudah mulai larut malam.
Akhirnya saya memberikan sedikit uang buat, ia jajan. tidak seberapa sih, mungkin cukup kalo biat beli nasi kucing di pinggir jalan mah. :D
Dengan wajah ceria dia langsung meninggalkan kami, sambil berteriak "terima kasih mas". sambil lari-lari kecil dengan wajah senang.
Minggu, 08 Mei 2016
Makan di Kampung Rawa
Kantong Kosong Tidak Jadi Masalah
Walaupun sedikit terpaksa dengan biaya pas-pasan, akhirnya memutuskan untuk makan di Kampung Rawa. Kampung Rawa merupak tempat makan yang bernuansakan tradisional, dimana tempatnya yang mengapung berada ditengah-tengah danau atau mungkin rawa, dan dengan desain tempat makan ala pesawahan, dilengkapi dengan berbagaia tiang-tiang rotan yang mengelilingi rumah makan tersebut.
zaman sekarang berbanding terbalik dengan zaman-zaman dulu, kalau di zaman dulu dengan tampilan ala kaarnya bernuansakan alam, pasti biaya makan ditempat tersebut sangatlah murah dan ramah kantong. tetapi zaman sekarang malah keadaan tersebut justru sebaliknya, tampilan rumah makan yang seperti itulah yang mempunya nilai dan harga makanan yang lumayan waaw bagi saya.
mungkin tidak hanya saya yang merasakan hal tersebut, tapi beginilah kenyataannya. tapi tak apalah namanya juga pengalaman, hidup itu harus memperbanyak petualangan, Indonesa masih luas meeen. rajinlah menabung dari sekarang buat kesejahteraan bersama. hahaha'
jangan lupa belajar buat masa depan yang lebih baik
Inilah Proses penyebrangan menuju tempat makan Kampung Rawa, dengan menggunakan perahu terbuat dari rotan, dan terapung karena bantuan kumpulan drum plasttik kosong.
Published: By: Blog - 00.36
zaman sekarang berbanding terbalik dengan zaman-zaman dulu, kalau di zaman dulu dengan tampilan ala kaarnya bernuansakan alam, pasti biaya makan ditempat tersebut sangatlah murah dan ramah kantong. tetapi zaman sekarang malah keadaan tersebut justru sebaliknya, tampilan rumah makan yang seperti itulah yang mempunya nilai dan harga makanan yang lumayan waaw bagi saya.
mungkin tidak hanya saya yang merasakan hal tersebut, tapi beginilah kenyataannya. tapi tak apalah namanya juga pengalaman, hidup itu harus memperbanyak petualangan, Indonesa masih luas meeen. rajinlah menabung dari sekarang buat kesejahteraan bersama. hahaha'
jangan lupa belajar buat masa depan yang lebih baik
Inilah Proses penyebrangan menuju tempat makan Kampung Rawa, dengan menggunakan perahu terbuat dari rotan, dan terapung karena bantuan kumpulan drum plasttik kosong.
Published: By: Blog - 00.36
Liburan di Eling Bening Semarang
Liburan di Eling Bening
Google Doc.
Penampakan Tiga Cowo Aneh "Kompetisi dalam Hal C...."
Ini momen yang sangat langka diwaktu liburan (Minggu), secara tidak sengaja kita merencanakan mengunjungi tempat wisata Eling Bening Semarang bersama teman-teman. Hanya saya (tengah) dengan persiapan seadanya, pakaian lusuh, wajah kumel, langsung berangkat begitu saja, sedangkan teman yang lain sudah mempersiapkan dirinya dengan penampilan yang waaaw, dan dibarengi dengan minyak wangi yang menyengat. bahkan ada juga salah satu teman saya yang namanya agus (kanan) sudah mandi 2 kali sebelum keberangkatan, padahal berangkat menuju eling bening itu jam 09.00, rajin sekali dia. ma'lum dia mau ketemu seseorang yang disukainya. haha
inilah percakapan antara agus dan saya.
Agus : Tang kamu belum mandi ya, ko kumel banget.!
Tatang: Belum Gus, akumah emang kaya gini. (pasang wajah cuek)
Agus: Aku sudah mandi dua kali malah..
Tatang: Rajin banget, berangkat pagi juga sudah mandi dua kali.
Agus: iya soalnya gerah banget.
Namun dengan penampilan seadanya aku berangkat tidak sendirian dan ditemani sesorang yang lagi saya dekati (uplek).
padahal sebelumnya dengan sangat pedenya agus bilang kepada uplek,
agus: kamu sama aku plek?
uplek: engga, aku sama tatang!!
biasalah anak soleh selalu dikasih yang terbaik, seperti halnya perlombaan yang baik pasti yang menag. heheehe
inilah foto saya sama dia waktu di eling bening. foto freewed :D
Cocok kann ??? heee
Published: By: Blog - 00.03
Minggu, 21 Februari 2016
Indahnya Kebersamaan di Gunung Kelir
Bersama di Lereng Kelir
Setelah melewati tanjakan yang
hampir vertikal itu, akhirnya sampai di Dusun Sirep Desa Kelurahan
kecamatan Jambu. Udaranya sejuk, masyarakatnya ramah, burung-burung
berkicau bersautan, entah burung apa, mungkin burung Emprit dan Kutilang
yang sedang menyambut kedatangan pengurus dan kru baru Lembaga
Penerbitan Mahasiswa (LPM-red) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
UIN Walisongo Semarang.
Tanggal 17 Oktober 2015 telah ditentukan
sebagai tanggal untuk mengadakan ‘workshop lapangan’ bagi kru baru oleh
senior-pengurus-lembaga pers mahasiswa termuda di lingkungan UIN
Walisongo ini.
Beberapa jam kemudian setelah kedatangan
kami, dengan diselimuti hawa dingin, acara pertama kami
mulai-pembukaan-oleh kepala dusun setempat, atau yang biasa dipanggil
dengan sebutan Bapak Rofik, Ia seorang tokoh masyarakat yang sangat
ramah menyambut kedatangan kami, sembari menikmati sebatang rokok yang
diapit kedua jarinya “seduuuutttt…. ”, dilanjut pemutaran film
dokumenter tentang kopi khas Dusun sirep.
O iya, Dusun Sirep ini kami pilih bukan
hanya karena udara sejuk yang membawa kesan romantisnya saja, namun juga
karena Dusun ini menjadikan kopi sebagai komoditas utama masyarakat
setempat untuk mengangkat perekonomian mereka. Kami-pengurus-mempunyai
tujuan agar kru baru dapat memberitakan perekonomian Dusun tersebut
sebagai ajang pembelajaran bagi mereka dalam mewartakan sesuatu hal.
Siang Itu, kru baru mulai dibagi ke-dalam
empat kelompok, kemudian setelah selesai membagi kelompok, mereka harus
memenuhi hak cacing untuk santap siang, sekitar pukul 13.00 Wib, mereka
harus membuat satu majalah lengkap dengan rubrikasi yang telah pengurus
tentukan, pengerjaan tersebut harus selesai pagi harinya tanggal 18
Oktober, yaitu ke-esokan harinya. Dengan cara manual-tulis tangan-.
Sesekali sembari foto selfie
(narsis-red). Pengurus mengawasi kru baru yang sedang wawancara ke warga
setempat. Dengan cara Foto narsis inilah, kami mendekatkan diri dengan
teman-teman wadyabala Invest-sebutan untuk kru LPM Invest-agar terasa
lebih dekat dan hangat. Atau lebih tepatnya; menciptakan kehangatan
dalam kedinginan.
Tidak terasa hari mulai gelap, namun
tidak sampai pekat. Itu artinya, kru baru harus sudah sampai di tempat
pembuatan majalah. Satu persatu datang namun tidak sedikit pula yang
datang dengan bergerombol, wajah lecek, bibir manyun, sembari
menenteng buku saku di tangan kiri dan pulpen di tangan kanan, sesekali
menyapa pengurus “mbak…. Mas….. kesel meni….” (mbak.. mas…. Lelah
sekali). Beberapa kru baru juga menimpal “ah…. Capek banget og…. Katanya
kita kesini refresing, lha kok malah dikasih tugas…. Alamat
nggak tidur semaleman nih…”, sontak saja saya balas keluh mereka dengan
tertawa lepas. Bukan menertawakan karena ingin menyiksa batin, hanya
saja saat itu, wajah mereka benar-benar lucu.
Adzan berkumandang terdengar dari
kejauhan, pengurus maupun peserta melaksanakan sholat dan kemudian
peserta melanjutkan kembali tugas mereka. Sementara peserta melaksanakan
tugas mereka, pengurus melaksanakan evaluasi, kira-kira sampai jam
03.00 Wib. Ngantuk, lelah dan dingin menambah berat evaluasi malam itu.
Di tambah lagi itu malam minggu, malam yang biasa disakralkan oleh
sebagian orang yang ber-pacar. O iya, di LPM Invest banyak yang
ber-pacar namun merasa jomblo.
***
Alarm Handpone jadulku berdering, itu
artinya sudah menunjukkan pukul 07.00 Wib. Baiklah, saatnya menyambut
pagi. Dengan udara yang dingin, kantuk yang masih menghantui, perut yang
minta diisi, akhirnya kuraih segelas teh hangat di atas meja, saya coba
nikmati teh itu dengan cara mencium bibir gelas yang sudah kuraih,
sampai pada akhirnya ku-sruput teh itu “srupuuuuttt”.
Agak samar-samar terdengar ada orang memanggil memberi perintah “Mon…. itu anak-anak diajak outbound)”,
“Iya” sahutku dengan masih tetap dalam pisisi kedinginan dan kaki
diatas meja. Akhirnya saya putuskan untuk mengajak kru baru bermain
sejenak sembari menunggu makan pagi mereka siap untuk disantap.
Beberapa menit setelah bermain, akhirnya
panggilan yang ditunggu-tunggu pun datang, “mon (panggilan akrabku)…
makan pagi udah siap…..”, “iya” aku menimpal pemberitahuan yang
ditunggu-tunggu itu, dibarengi dengan tepuk tangan riuh kru baru yang
mulai kelaparan. Dengan wajah beringas, mereka langsung ke-ruang makan,
seperti halnya serigala bertemu mangsanya. Siap terkam.
Sewaktu kru baru makan, keadaan hening
sejenak-sampai sepi tidak ada suara sedikitpun-mungkin mereka sedang
menikmati makan paginya, maklum, biasanya mereka makan makanan anak kos
(nasi kucing), dan kali ini, mereka menemu makanan yang agak bergizi.
Jadi, mereka tidak ingin melewatkan kenikmatan dari makanannya itu.
sedikitpun.
Setelah makanan habis, bersih, tidak
tersisa, akhirnya acara ditutup oleh kepala Dusun. Ia Berpesan; Semoga
dua hari di Dusun Sirep dapat bermanfaat bagi adik-adik, belajar yang
tekun mumpung masih muda. Begitulah sedikit catatan perjalanan ini,
semoga menjadi kenangan yang indah. Heheu.
(Lana_Invest).
www.lpminvest.com
Minggu, 10 Januari 2016
Perjalanan yang cukup panjang untuk menjadi seorang desainer tidak mudah dan tidaklah gampang memulai sesuatu yang baru. Namun jika di jalani dengan sabar dan bersungguh-sungguh, keinginan kita akan tercapai. Amiiin
Published: By:
Blog
- 03.06
Langganan:
Postingan (Atom)




